Halaman

Sabtu, 01 Agustus 2009

Galery VODCA


Ultah Mami Siska


Vodca_Girls Jalan Sehat.....



Vodca_Boys JaLan sehat......




Upacara 17 Agustus 2008

Rakyate VODCA


1. Achyar Rosandi (woyo)
2. Aldina Zain (abidin)
3. Anak Agung Maya S (nak_pitig)
4. Anang Yulianto (pe_ank)
5. Andrianus Franky O.E (temon)
6. Anis Fawaz (chompong)
7. Aprilia Anggita Pratiwi (gupril)
8. Ardiana Sulistiani (kanyut)
9. Asep Robiyanto (ceming)
10. Bagus Indra Permana (plenyok)
11. Barkah Jaya Gumilang (johny k.nd.m)
12. Deshari Angga T.H (timun)
13. Didin Yulian (a_boy)
14. Dina Indriana (kunyux)
15. Edwin Rizki H (gondes)
16. Fahad Hermawan W (mas boss)
17. Fajariatus Sa'i (itus)
18. Ferdian Wahyu (cengere)
19. Gandi Aditya (nardjie)
20. Geri Grehasen (cilongok)
21. Gregorius Dwi P (ius)
22. Gusti Iqbal Rinaldi (cacing)
23. Ivan Roby Winata (bebeb)
24. Luthfitarris Haidiazi (mukhlis)
25. Maulida Artasari (uli)
26. Moh.Agam Sendi (simad)
27. Mutiara Dewi Arinta (simmu)
28. Mutiara Faizatul Falah (tyut)
29. Nensi Silfilia (ce_pil)
30. Petronella Pattinasarany (cipet)
31. Prabasena Bondan Ade Kinanta (gendon)
32. Rindu Wulandari (jaiko)
33. Rizki Meirlinda (kiki)
34. Sefiadi (mbah guru)
35. Shodiq Nailul Fauzi (cungkring elek)
36. Syafril Adi Irfani (kang parto)
37. Tia Ayu Pratiwi (manohara)
38. Unaesatul Khasanah (uness)
39. Waltusti Gina Wiranti (waltiltul)
40. Winda Marissa (ninine)

History of VODCA


Awalnya kami hanyalah sekelompok anak yang tergabung dalam satu kelas di suatu sekolah yaitu SMK TELKOM SHANDY PUTRA PURWOKERTO. Pada awal masuk sekolah dibentuk susunan pengurus kelas yaitu:


Ketua: Fahad Hermawan Widodo (Magelang)
Wakil: Achyar Rosandi (Purwokerto)
Sekretaris: 1. Mutiara Faizatul Falah (Bumiayu)
2. Luthfitaris Hadiazi Trihantoro (Purwokerto)
Bendahara: 1. Petronella Pattinasarany (Purwokerto)
2. Maulida Artasari (Bumiayu)
Dan pengurus kelas lainnya. Dengan wali kelas yang sangat kami banggakan, Ibu Andri Yeta Likka Siska.

Seperti biasanya saat awal mempunyai teman baru, kami masih malu-malu untuk saling berkenalan satu sama lain. Namun karena dari awal masuk sekolah kami sudah diberi tahu kalau kami akan selalu bersama untuk tiga tahun kedepan. Maka dari itu, kami mencoba untuk saling mengenal dan mencoba membuat suasana kekeluargaan dalam kelas atau pun di luar kelas. karena kita akan bersama untuk tiga tahun kedepan, kami dituntut untuk membuat sebuah nama untuk kelas kami. Dalam proses pembuatan nama kami banyak mangalami konflik karena banyaknya perbedaan pendapat. Pendapat-pendapat kami tampung dan akhirnya kami memutuskan sebuah nama yaitu "IKASTAR" yaitu kapanjangan dari "Ikatan Kelas Satu TAR 3". Setelah beberapa lama kita menggunakan nama IKASTAR, lalu muncul lagi sebuah nama yaitu "CONTRIES" kepanjangan dari "Comunitas TAR 3 smart". Namun karena kakak kelas kami ada yang menggunakan nama kelas CONTRAS, kami tidak mau dianggap mengcopy nama tersebut. Akhirnya saat kelas lain sudah mempunyai sebuah nama untuk kelasnya, kami sempat tidak menggunakan nama kelas. Setelah lama kita tidak menggunakan nama kelas, tiba-tiba ada yang menamai nama kelas kami VODCA. Awalnya banyak yang tidak setuju dengan nama ini karena nama itu adalah merek dari sebuah minuman keras. Kami juga awalnya tidak setuju dengan nama itu, namun akhirnya karena kami sudah terbiasa dengan nama itu. Akhirnya terbentuklah nama yang hingga saat ini kami bangga-banggakan yaitu "VODCA".

Suasana kekeluargaan sangat kami rasakan di kelas bersama dengan anak-anak VODCA. Susah, senang kita lalui bersama. Kekeluargaan kita semakin terasa saat menjelang kenaikan kelas pada waktu ujian akhir semester (UAS).

Setelah UAS selesai seperti biasa ada liburan semesteran selama 3 minggu... Pas hari yang dinanti-nanti buat ketemu sama anak-anak VODCA di sekolah, kita denger ada kabar yang nggak ngenakin ati... Kelas bakal diacak... Kita si berharap kabar itu nggak bener... Tapi pas Bu Sisca masuk ke kelas dan ngumumin sesuatu, beliau ngomong kalo kelas beneran bakal diacak... Karena kita ngrasa nggak trima, malemnya beberapa anak VODCA kumpul di klamud, habis itu kita bareng ke alun-alun ngomongin masalah ini. Dan akhirnya kita mutusin buat ke rumah Bu Sisca malem itu juga. Tapi karna keadaan yang nggak memungkinkan buat semua anak ikut masuk ke rumah Bu Sisca, akhirnya cuma ber5 yang masuk, Syafril, Fahad, Achyar, Inta, n Maya… Dan anak-anak yang lain pada ke depan GOR sambil makan Jagung Bakar…

Nungguin Bu Sisca pulang dari salon emang cukup lama sich… Tapi nggak pa-pa, demi kelas nggak diacak, kita rela kok…

Pas Bu Sisca udah dateng, dan kita memulai pembicaraan tentang pengacakan kelas, Bu Sisca tetep ngga bisa ngebantu protes nya kita. Kata Beliau juga belum ada keputusan tentang itu. Dan kita pulang dengan sangat berat hati mendengar apa yang diucapkan oleh beliau…

Paginya kita berangkat dengan harapan keputusan itu nggak positif terjadi. Akhirnya ada pengumuman buat masuk kelas. Hikz.. Hikz.. Dengan Harap-Harap Cemas kita memasuki kelas. Tapi di kelas anak VODCA belum komplit, soalnya ada yang mudik lagi, trus ada yang belum berangkat.

Habis itu Bu Jemy masuk kelas L-36 di mana VODCA terakhir 1 kelas. Dan Dia mengumumkan siapa-siapa yang tetap bertahan sebagai Siswa Kelas TJA 3. Dina, Anang, Fawas, Diana, Barkah, Didin, Indri, Edwin, Ferdian, Grego, Ivan, Uly, Agam, Inta, Nella, Rindu, Sefi, Nessa, Winda, itu adalah anak-anak VODCA yang bertahan menjadi Siswa kelas TJA 3.

Yang lain pindah ke TJA 1 dan 2.

Dan habis Bu Jemy menyebutkan Nama-nama itu, anak-anak VODCA nangis karena ngrasa nggak bisa kumpul sekelas lagi sama mereka. Dan nggak bisa seneng-seneng dan sedih bareng pas di kelas.

Tanggal 14 Juli 2009 merupakan hari bersejarah yang sangat menyakitkan bagi anak-anak VODCA. Karna hari itu adalah hari di mana kita dipisahkan.

Sampai saat ini kita bener-bener masih nggak bisa terima akan semua yang telah terjadi. Untuk tetap menjalin rasa kekeluargaan anak-anak VODCA, kita janji nggak bakal ngelupain VODCA, dan kita harus sering kumpul buat ngejaga itu semua. N kita milih Warung Saudagaran deket sekolah buat jadi tempat kumpul nya anak VODCA.

Namun saat ini janji itu seperti hanya berlaku di beberapa hati anak VODCA, karena sekarang yang sering kumpul Cuma anak itu-itu doang…

Mudah-mudahan persahabatan antara anak VODCA tetap terjalin sampai takdir yang memisahkan, meski pun sekarang kita dipisahkan oleh keadaan, Kita berharap tetap dapat menjaga rasa kekeluargaan kita.

“Suatu hari kita berpikir dan bayangin masa kecil kita, ketika kita dilahirkan oleh sang Ibu, jantung kehidupan berdenyut, mata terbuka dan melihat dunia yang menemani kita sampai saat ini. Semua itu terasa cepat berlalu melewati masa-masa kecil kita, pada saat Kita balita, anak-anak, TK, SD, SMP, dan sampai saat ini kita remaja. Nggak terpikirkan Kita diurus oleh Ibu, dari kandungan Sang Ibu sampai sekarang kita hidup dalam keadaan sehat dan kita BAHAGIA, karena kita dilahirkan seorang Ibu dan berkat Tuhan kita bisa bertemu kalian dalam keluarga VODCA. Terima Kasih Tuhan, Ibu, Kau telah memepertemukan kami dengan semuanya. . .”